Selasa, 29 Mei 2012

Bingkisan untuk Wali Kelas dan Kepala Sekolahku

Hand-out: Robi Kurniawan
Batam-Bengkong. "Bagaimana perasaan kamu lulus UN tahun ini, nak?". "wah saya senang sekali pak". "Apakah ada niat mau melanjutkan ke perguruan tinggi". "saya lebih suka bekerja dulu dan masih bingung memilih kuliah yang bagus". " mau kemana sekarang, nak?". "saya mau ke sekolah pak, mau memberikan bingkisan ini untuk wali kelas saya pak", ujar si anak dengan berlalu sambil membawa bingkisan lumayan mewah..

Itulah salah satu petikan wawancara MPB kepada salah satu anak yang termasuk lulus 100 % di suatu sekolah di batam. Hal yang sangat menarik bagi penulis adalah ketika si anak mau memberikan bingkisan kepada wali kelasnya menurutnya seolah wali kelasnya telah berjasa membuat dia lulus dari serangan maut UN.

Minggu, 27 Mei 2012

Guru dan Problem Pendidikan

Batam-TPG. TERKEJUT dan kaget. Ungkapan ini mungkin tepat untuk menggambarkan berapa terhentaknya kita semua mendengar laporan Sekretaris Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) yang disampaikan pada acara Konferensi Nasional Matematika XIII dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang diselenggarakan Unnes Semarang. Saat itu Sekretaris BNSP mengatakan bahwa secara nasional jumlah guru SD yang tidak layak mengajar mencapai 609.217 orang atau sekitar 49,3% dari tenaga pendidik yang ada di Indonesia.

Apabila kita mencoba melakukan refleksi mendalam, kita temukan berbagai persoalan muncul silih berganti melanda dunia pendidikan nasional kita, baik yang berskala mikro maupun yang makro.

Gaji Rendah, Guru Resah


Hand out : Robi Kurniawan
Batam. "Hampir 15 tahun saya mengajar di sekolah ini tapi kesejahteraan hanya begitu saja tidak ada perubahan. Meskipun yang lain pada naik semua sekolah kami masih stanby mempertahankan status quonya. Sementara di sisi lain pemerintah sibuk mengurus guru PNS dan gaji yang konon sampai gaji 12 dan berlomba pengebirian hak-hak guru swasta.Apa guru di swasta tidak boleh sejahtera ya atau menikmati kehidupan yang layak?".

Sabtu, 26 Mei 2012

Euforia Kelulusan, Perlukah?

By Robi Kurniawan

Senang, bahagia dan terharu adalah sikap lumrah dalam hidup ini. Karena hasil puncak yang dicapai setelah perjalanan panjang yaitu keberhasilan. Dan keberhasilan itu akan berarti jika dirayakan bahkan dipestakan. Euforia adalah manifestasi keberhasilan sehingga banyak orang melakukan berbagai cara dan mungkin menyalahi norma-norma agama demi merayakan keberhasilan itu. Inilah yang sedang menjangkit di tengah generasi kita saat ini. Khususnya di kalangan anak didik. Ketika pengumuman kelulusan UN disampaikan dan nama-nama dibacakan saat itu juga dunia dan isinya rasa milik dia. Tanpa pikir panjang longmarch alias konvoipun berkumandang sambil melantunkan yel-yel kelulusan sehingga jalan raya macet seolah segerombolan gembalaan domba sedang melintas. Bahkan bubuhan tanda tangan dan semprotan cat pilot di baju seragam yang masih layak pakai pun menjadi korban

MEMANIPULASI NILAI UNTUK BISA LULUS 100%

Batam-TPG. Dengan diterapkannya kelulusan sekolah oleh pemerintah sebesar 40% dari sekolah dan 60% dari Pemerintah, saat ini dimanfaatkan oleh beberapa sekolah untuk bisa memberikan nilai setinggi-tingginya untuk tabungan nilai anak sebesar 40% tersebut. Dari informasi Tabloid Pendidikan Guru yang kami terima dari Dinas Pendidikan Batam bahwa nilai yang direkap sekolah sebesar 40% tersebut adalah nilai semester 1 sampai dengan semester 5 + UAS anak.
Ironisnya setelah seseorang guru melihat rekap nilai anak yang masuk kedinas Pendidikan Batam tidak sesuai dengan nilai ujian yang diberikan guru bersangkutan sebelumnya. Ternyata punya selidik memang sekolah sengaja menaikkan nilai anak untuk menjaga nantinya nilai anak dapat terbantu sewaktu ujian nasional. Memang beberapa sekolah di Batam memanfaatkan situasi ini untuk memanipulasi nilai anak-anak.  

Jumat, 25 Mei 2012

Sekolah Favorit Tak Lulus 100 Persen

Batam-TPG. Sebanyak 11 Sekolah di Batam tak lulus 100 persen, diantaranya 8 sekolah SMA dan 3 sekolah SMK, serta untuk Madrasyah Aliyah (MA) sebanyak 5 sekolah.

Untuk SMA  diantaranya, SMAN 7, SMAN 10, SMAN 12 dan SMAN 14, SMA Alazhar, SMA Kartini, SMA Imanuel, dan SMA Juwita. Sedangkan untuk SMK masing-masing, SMK BBS, SMK Al Azhar, dan SMK Maritim. Begitu pula sekolah yang dinyatakan lulus 100 persen berjumlah 33 sekolah  SMA dan 24 sekolah SMK, serta tingkat MA sebanyak 12 sekolah.

Sementara untuk siswa yang tidak lulus UN dari 3038 peserta UN tingkat SMA hanya 28 siswa, dan untuk SMK dari jumlah 2990 peserta UN hanya 3 orang saja yang tidak lulus UN ini.

Kamis, 24 Mei 2012

KILAS BALIK SEJARAH  PERADABAN UMAT MANUSIA

Oleh : Muh. Nazir.S.Sos.I
                                       
[ FAKTA SEJARAH ]
Paling tidak ada 5 momen paling tragis untuk diingat dan susah untk dilupakan, dan ini merupakan catatan sejarah yang amat sangat penting. Mau Membantah Fakta Sejarah ? Gampang, Pergi Kemasa Lalu Dan Ubah Sejarah, Tapi Apa Mungkin ?
Agar tidak dituduh memfitnah, orang kristen punya hak untuk menjawab fakta-fakta HISTORIS kebiadaban kristen mulai dari dahulu,lihatlah beberapa momen sejarah yang terjadi beberapa generasi sebelumnya.
1. Tahun 630 (8 H). Utusan Nabi Muhammad, Al-Harits ibu Umair al-Azady, yang membawa surat untuk pemimpin Bushro, dihadang dan diculik untuk selanjutnya dipenggal lehernya oleh pegawai Romawi atas perintah Kaisar Romawi, Heraklius. Padahal, membunuh duta merupakan kejahatan yang amat sama halnya dengan mengumumkan perang. Akibat kebiadaban kaisar Kristen ini timbullah perang Mut’ah dan perang Tabuk antara umat Islam melawan Kristen Romawi. Inilah konflik pertama kali antara umat Islam dengan orang Kristen. Dan seperti yang terpampang dalam sejarah, Kristen lah yang lebih dulu membunuhi umat Islam.

Rabu, 23 Mei 2012

Perspektif Surah Lukman Untuk Pendidikan Islam

By Robi Kurniawan, MA 

      Di antara surah dalam alquran yang diambil dari nama seseorang yang bijaksana adalah Lukman Hakim.Surah ke-31 ini menceritakan seorang ayah sekaligus pendidik berusaha menasihati anaknya melalui kebijakan-kebijakan yang luar biasa. Sehingga dia menjadi referensi bagi para orang tua bagaimana mendidik anak dengan baik. Siapakah Lukman Hakim itu ? Dalam buku berjudul "Lukmanul Hakim, kepribadian dan Mutiara Hikmahnya" Ali bin Hasan bin Abdullah bin Hasan bin Umar Al-Athas menuliskan tentang asal-usul Lukmanul Hakim dari berbagai versi yang mana satu sama lain berbeda pendapat tentang asal-usul Lukmanul Hakim (http://www.duriyat.or.id/artikel/mutiara1.htm). Ibnu Ishak berpendapat bahwa Lukmanul Hakim adalah Lukman bin Baura bin Nahur bin Tariha sedangkan Tariha adalah Azar, ayah Ibrahim as. Assuhaaily bahawa Lukmanul Hakim adalah putra Unga bin Sarun dari penduduk Aylah Palestina .

Senin, 21 Mei 2012

ARAH DAN METODE PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF ISLAM

 By : Junaidi

Batam, Pendidikan karakter seharusnya berangkat dari konsep dasar manusia: fitrah. Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya, yaitu memiliki akal, nafsu (jasad), hati dan ruh. Konsep inilah yang sekarang lantas dikembangkan menjadi konsep multiple intelligence. Dalam Islam terdapat beberapa istilah yang sangat tepat digunakan sebagai pendekatan pembelajaran. Konsep-konsep itu antara lain: tilâwah, ta’lîm’, tarbiyah, ta’dîb, tazkiyah dan tadlrîb. Tilâwah menyangkut kemampuan membaca; ta’lim terkait dengan pengembangan kecerdasan intelektual (intellectual quotient);  tarbiyah menyangkut kepedulian dan kasih sayang secara naluriah yang didalamnya ada asah, asih dan asuh; ta’dîb terkait dengan pengembangan kecerdasan emosional (emotional quotient); tazkiyah terkait dengan pengembangan kecerdasan spiritual (spiritual quotient); dan tadlrib terkait dengan kecerdasan fisik atau keterampilan (physical quotient atau adversity quotient). Sesuai dengan tujuan pendidikan yang dikembangkan, metode pembelajaran, goal, output dan outcom.

Hai Kamsiupay ...!

By Robi Kurniawan, MA 

    Hai udik, kamsiupay (kampungan sekali udik payah), bodoh sering sekali terdengar diucapkan oleh generasi muda (remaja) saat ini tanpa merasa bersalah ataupun berdosa panggilan tersebut menjadi trend dan kekotaan katanya. Sehingga yang dipanggil tidak merasa tersinggung. Itulah dunia teenager dunia yang penuh fantastis. Tentu pengaruh sinetron sangat mendominasi pikiran mereka. Sehingga setiap menonton pasti ada term baru yang mereka dapat. Sinetron termasuk proses transfer budaya paling cepat yang digandrungi anak remaja sekarang. Cobalah ditanya judul senetron atau ftv (film tv) mereka akan menyebutkannya dengan lancar. Penulis berfikir jika ini dibiarkan berlarut dikuatirkan berujung runtuhnya nilai-nilai timur yang santun dan berakibat robohnya akidah. Dalam tulisan ini kami mengajak pembaca untuk mencermati bagaimana panggilan yang baik menurut norma agama, khususnya islam.