Sabtu, 19 Mei 2012

Ketika "HEDONISME" menjadi Life Style

By : Junaidi, A.md

Ali Syariati, seorang ulama terkemuka timur tengah pernah berkata bahwa tantangan terbesar bagi remaja muslim saat ini adalah budaya hedonisme (kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup) yang seolah sudah mengurat nadi. Budaya yang bertentangan dengan ajaran islam ini digemari dan dijadikan sebagai gaya hidup (life style) kawula muda masa kini, kaya atau miskin, ningrat atau jelata, sarjana atau kaum proletar, di desa ataupun di kota seolah sepakat menjadikan hedonisme yang sejatinya kebiasaan hidup orang barat ini sebagai “tauladan” dalam pergaulannya.

Jumat, 18 Mei 2012

Pendidikan Ala Menu Makanan

By Robi Kurniawan, MA

"        Bapak dan Ibu mau pesan apa? tinggal lihat di list menu, semuanya tersedia berbagai macam cita rasa masakan ; soto, gulai, seafood dan lain-lainnya juga tersedia minumannya. kalau masalah harga sudah ada di listnya pak bu, Bapak dan Ibu bisa bayar di kasir kami yang ada di sana". Monolog di atas sering dijumpai di restoran atau pujasera. pelanggan dimanjakan dengan berbagai menu yang telah tersedia dan tidak perlu repot melaporkan cukup menulis menu apa yang dipesan seketika itu juga para waiter/waitress datang. Dengan menunggu beberapa menit makanan siap untuk disantap.

         Ternyata hal di atas tidak hanya terjadi di dunia bisnis atau perdagangan tetapi dunia pendidikanpun terkontaminasi oleh list menu seperti makanan yang siap saji. orang tua sekarang bisa memilih sekolah dengan berbagai fasilitasnya secara instant dan mudah, bahkan dipesanpun tidak tertutup kemungkinan. Dan tentu disertai daftar harga yang fix dan fleksibel. 

Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di dunia

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?
Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Finlandia
Finlandia
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?

Kamis, 17 Mei 2012

Sukhoi, dan Pendidikan Tauhid Rububiyyah

Sukhoi, dan Pendidikan Tauhid Rububiyyah

By Robi Kurniawan, MA

Rabu 9 Mei 2012, menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi dunia penerbangan Indonesia. Di hari itu, sebanyak 45 nyawa melayang akibat jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Rusia di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebelum pesawat Sukhoi menabrak Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat, ternyata nun jauh di Nigeria, seorang pendeta sudah memprediksikan terjadinya kecelakan fatal pesawat Sukhoi Superjet 100 RA-3680. 
Temitope Balogun Joshua, seorang pendeta dari Nigeria, Afrika Barat, mengatakan dalam kebaktian hari Minggu (6/5) bahwa ia mendapat sebuah penglihatan. Dalam penglihatan tersebut, ia seperti menonton tayangan berita terkini yang menyiarkan adanya sebuah pesawat yang hilang.

"Ada sebuah pesawat datang ke Indonesia, pesawat yang besar dan mengangkut sejumlah penumpang. Saya melihat kecelakaan. Kapal itu berwarna biru... Saya melihat Rabu. Apa yang akan terjadi pada Rabu?" katanya di hadapan sekitar 15.000 jemaat.

Kejadian tersebut ia lihat jelas sampai ia bisa melihat warna kapal tersebut, tempat kapal itu lepas landas, hingga waktu kapal itu mengalami kecelakaan.



Muram Wajah Pendidikan

Sungguh hal seperti ini yang membuatku menggambarkan dalam sebuah potret tentang pendidikan yang ada dalam pikiranku. Biarkan aku mendeskripsikan seperti apa potret itu. Yang tergambarkan adalah sebuah potret dari muka gadis cilik yang muram (yang menjadi fokus utama dalam potret), sedang di belakangnya terdapat banyak muka  guru yang sedang tersenyum bagaikan sedang menerima gaji yang lebih dari biasanya, lalu ada seorang guru yang nampak kurus dengan kantung mata yang menghitam, dan pada bagian terpencil dari potret itu ada sepasang orang tua yang nampak tak dapat menutupi raut wajah kuatir.
Pagi ini aku bertanya kepada seorang adik yang cukup ku kenal. Dia sedang dalam tahap untuk memasuki jenjang perkuliahan dalam beberapa bulan ke depan. Aku bertanya kepadanya “Jurusan apa yang akan kamu pilih di universitas nanti?”

Rabu, 16 Mei 2012

Waspadai Gejala Burnout pada Guru!

Istilah burnout pertama kali diperke- nalkan oleh Herbert Freudenberger pada 19.73. Ia merupakan seorang ahli psikologi klinis pada lembaga pelayanan sosial di New York yang menangani remaja bermasalah. Freudenberger memberikan ilustrasi, sindrom burnout seperti gedung terbakar habis {burned-out). Suatu gedung yang mulanya berdiri megah dengan berbagai aktivitas di dalamnya, setelah terbakar, yang tampak hanya kerangka luarnya.
.................................
Ilustrasi ini memberikan gambaran bahwa orang yang terkena burnout, dari luar segalanya tampak utuh, tapi di dalamnya kosong, penuh masalah. Burnout terjadi pada sebagian besar orang yang banyak memberikan layanan kemanusiaan, termasuk guru yang memberikan layanan pendidikan pada siswa di sekolah. Apabila terkena burnout, ia akan memiliki efek psikologis yang buruk terhadap rendahnya aspek moral, seperti membolos, telat kerja, mudah tersinggung, dan keinginan untuk pindah.
Konsep diri dan sikap negatif muncul sehingga perhatian dan perasaan terhadap orang lain jadi tumpul. Dengan demikian, burnout menjadi sebuah risiko dari pekerjaan yang dapat terjadi pada semua profesi, termasuk guru. Bahkan, menurut Kleiber Ensman, bibliografi terbaru yang memuat 2496 publikasi tentang burnout di Eropa menunjukkan 43 persen burnout dialami pekerja kesehatan dan sosial, 32 persen dialami guru (pendidik), 9 persen dialami pekerja administrasi dan manajemen, 4 persen pekerja di bidang hukum dan kepolisian, dan 2 persen dialami pekerja lainnya.

Senin, 14 Mei 2012

ORGANISASI SOSIAL KEAGAMAAN DAN KEBERADAAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA


Oleh : MOZA Robbani
Sejak awal didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tahun 1912, organisasi Muhammadiyah telah dikonsentrasikan sebagai gerakan Islam dan da’wah amar ma’ruf nahi munkar yang mengandung arti luas yakni mengajak manusia untuk beragama Islam, meluruskan keislaman kaum muslim serta meningkatkan kualitas kehidupan baik secara intelektual, sosial, ekonomi maupun politik. Dalam usaha untuk memurnikan pengamalan ajaran Islam (purifikasi) sekaligus mengangkat kehidupan umat, Muhammadiyah lebih berani menerapkan sekolah agama modern dengan menerapkan metode rasional yang lebih menekankan pada pemahaman dan penalaran ketimbang hafalan. Amal usaha yang ditangani organisasi ini kian lama kian berkembang. Sekolah-sekolah (dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi), rumah sakit, dan poliklinik, berdiri tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. Secara kuantitatif usaha yang dilakukan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan sosial memang cukup besar, namun secara kualitatif masih dipertanyakan oleh para simpatisan dan warga Muhammadiyah.